Tabir itu bernama nafsu,
Dialah yang menyebabkan cermin hati seringkali buram, tunduk di bawah kendalinya menjadikan diri berkubang dalam kehinaan, dialah penghalang menuju dan meraih cintaNya,
Rabb,
Sungguh atas karunia dan Rahmat dariMulah yang menjadikan kami tetap berdiri di simpangan jalan, meski terkadang diri ini tak mampu menguasainya, tapi setidaknya kami memiliki pegangan , meski terkadang kaki ini jatuh dan tersoeok-seok kembali padaMu.
Ketika nafsu menjelma menjadi sosok yang sangat menakutkan, Engkau rengkuh kami dengan kasihMu, dalam buaianMu kami kembali terlelap, ketika tabir itu kembali menutupi dinding jiwa dan benteng hati yang rapuh, Engkau datang menyelamatkan jiwa ini dari cengkramanya.
Rahasia hidup tak mudah diselami, sulit teraba, terasa apalagi. Jiwa bukanlah sesuatu yang kasat, energi besar yang melebihi materi apapun inti pergerakan segala yang kasat,
Ya...
Itulah setitik diri dari ciptaanNya, ialah jiwa dan ruhani
Nafas-nafas ruhani perpanjangan hidup orang-orang sholeh senantiasa bergerak dinamis, hidup dan bernapas, tenaga yang mencapai kegemilangan hidup yang senantiasa mahal1)
1) Nafas-nafas Ruhani, 2
No comments:
Post a Comment