Wednesday, November 30, 2011
Nasehat supaya berbuat baik kepada kedua orang tua
Nasehat kepada anak-anak, supaya dipahami bahwa kita lahir dan hidup dimuka bumi ini ada perantaranya yaitu kedua orang tua. Orang tua kita (ibu kita) ketika mengandung selama sembilan bulan dengan susah payah, nafsu makan berkurang tidurpun menjadi tidak nyaman, pada saatnya melahirkan nyawa dipertaruhkan dan setelah kita lahir, meramu memelihara dan menjaga kita dengan penuh kasih sayang bahkan kadang-kadang berani mengorbankan segala-galanya. Anak-anak Jm supaya benar-benar memahami bahwa betapa besarjasa orang tua terhadap kita. Maka kita sangat berkewajiban untuk membalas jasa orang tua tersebut paling tidak kita harus bisa berbuat baik, menghormat, taat terhadap perintah-perintahnya kecuali jika diperintah maksiat, ingatlah firman Allah
Dan Tuhanmu telah memerintah supaya kamu jangan menyembah selain Allah dan supaya kamu berbuat baik kepada kedua orang tua.
Dan jika kedua orang tua memaksamu untuk mensekutukan kepada-Ku Allah yang tidak ada ilmunya maka jangan kamu taat kepada keduanya dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik.
Melihat firman Allah diatas bahwa Allah menetapkan suatu perintah untuk tidak memusyrikkan kepada Allah disejajarkan dengan perintah Allah untuk Birru liwalidaini sebab syirik adalah dosa yang paling besar dan Allah tidak mengampuni dosa tersebut. Demikian pula dosa/menentang kepada orang tua adalah juga dosa besar yang mana Allah tidak akan mengampuni kecuali atas ridho kedua orang tua.
Sabda Rasulullah S.A.W yang artinya:
Dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah dan berani/menentang/melukai hati kedua orang tua dan membunuh diri )membunuh orang yang tidak bersalah) dan sumpah dusta.
(Rawahu Bukhori)
Dan ada tiga golongan yang tidak akan masuk kedalam surga, orang yang menentang/melukai hati kedua orang tua dan orang yang membiasakan minum khomar dan orang-orang yang mengungkit-ngungkit pada pemberian nya/sodaqohnya.
(Rawahu Annasai).
Dan supaya difahami pula bahwa dosa menentang kepada kedua orang tua disamping diakhirotnya jelas masuk neraka didunianya Allah juga akan menurunkan siksanya sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya:
Setiap dosa Allah mengakhirkan pembalsannya sekehendak Allah sampai hari kiamat kecuali dosa menentang kepada kedua orang tua, maka Allah mentergesakan/ mempercepat siksa(pembalasannya) kepada pelakunya pada masa hidupnya sebelum matinya orang itu.
Diceritakan dalam hadist salah seorang sahabat yang ahli ibadah, ahli sodaqah, ahli dzikir bernama Alqomah pada waktu menjelang akhir hayatnya mengalami penderitaan yang sangat berat yaitu sakaratul maut dan tidak bisa mengucapkan kalimat Lailahaillalloh karena pernah menyakiti hati Ibunya. Maka para Jm dan anak-anak Jm supaya betul-betul bisa berbakti kepada kedua orang tua terutama orang tua perempuan (ibu) sebab dengan kedua orang tua terutama (Ibu) sangat mustajab (dikabulkan oleh Allah) dan kutukan benar-benar menjadi kenyataan. Didalam hadist Rasulullah memerintahkan kepada kita untuk menghormat kepada ibu sampai diulang-ulang beberapa kali.
Sabda rasulullah S.A.W yang artinya:
Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah maka dia berkata wahai Rasullullah. Siapakah lebih berhaknya manusaia dengan bagusnya pergaulanku? Nabi bersabda Ibu mu, laki-laki itu bertanya lagi kemudian siapa lagi? Nabi bersabda Ibu mu, laki-laki itu bertanya lagi kemudian siapa lagi? Nabi bersabda Ibu mu, laki-laki itu bertanya lagi? Nabi bersabda Ibu mu, laki-laki itu bertanya lagi kemudian siapa lagi? Nabi bersabda kemudian Bapak mu.
Walaupun keadaan orang tua bagaimana saja mungkin keadaan orang tua kita sudah sangat tua (lanjut usia) dan biasanya orang yang sudah lanjut usia itu kadang-kadang banyak merepotkan kepada anak-anaknya, kadang-kadang menjengkelkan bahkan kadang-kdanag menyusahkan kepada anak-anaknya atau mungkin juga belum menjadi orang iman, walaupun keadanya demikian itu tetap tidak mengurangi haknya terhadap anak-anaknya, artinya sebagai anak harus tetap berbakti, menghormati, menyenangkan hatinya menuruti apa yang menjadi kehendaknya sak pol kemampuannya, apabila berbicara supaya berbahasa yang baik (boso) jangan sampai menyakitkan hatinya, jangan keras, jangan membentak-bentak, ingatlah firman Allah.
Dan Tuhanmu memerintah jangan kamu sekalian menyembah kecuali kepada Allah, dan supaya berbuat baaik kepada kedua orang tua, seandainya salah satu keduanya atau kedua-duanya sampai masa tuanya disismu maka janganlah engkau berkata kepada keduanya kalimat Uf / Hus kepada keduanya, dan janganlah membentak kepada keduanya dan berkatalah kepada keduanya dengan kata-kata yang baik.
Supaya bisa membantu pekerjaan orang tua, meringankan beban orang tua, dan supaya usaha bisa mewujudakan cita-citanya orang tua yang baik, misalnya orang tua yang ingin agar anaknya menjadi Mubaligh, berhasil sekolahnya, berhasil kuliahnya dan lain-lain. Dan selalu mendoakan agar diampuni dosa-dosanya dan ditetapkan dalam keimanan, dan jika belum iman kita do’akan agar diberi hidayah oleh Allah bisa menjadi orang iman, bisa menjadi orang Jm. Jangan malah sebaliknya karena mungkin punya sesuatu permintaan terhadap orang tua tetapi orang tua belum bisa mengabulkan akhirnya berani ngomong-ngomong kasar, bentak-bentak, midu-midu, marah-marah, ngamuk-ngamuk, mengancam-ngancam, mengatakan orang tua tidak tanggung jawab keapada anaknya, dan lain-lain sebagainya, atau merasa hidupnya sudah mapan (menjadi orang kaya) kemudian berani memperlakukan orang tuanya tidak semestinya (seperti membentak) atau karena saking cintanya dengan istrinya sampai mengalahkan kepada kedua orang tuanya sehingga mungkin ada sedikit masalah dengan istrinya, orang tuanya disalah-salahkan, dijelek-jelekan bahkan sampai berani mengusir orang tuanya. Semua itu salah besar, dosa besar, bukan kelakuannya orang Jm bahkan itu semua adalah perbuatan dan kelakuan orang-orang jahiliah, orang-orang yang dilaknati, anak-anak durhaka mati wajib masuk Neraka, N’adhubillahi mindhalik.
Ingatlah sabda Rasulullah S.A.W yang artinya:
Wahai golongan orang-orang Muhajir dan Anshor barang siapa lebih mengutamakan Allah yang maha mulia dan maha agung, dan berbuat baik kepada Ibunya serta mencari ridhonya, maka ridho Allah yang maha mulia lagi maha agung atas ridho ibunya dan murka Allah yang maha agung keagungannya dalam murka ibunya.
Dengan adanya nasehat seperti ini karena banyak terjadi orang tua yang tidak dihormati oleh anak-anaknya bahkan disakiti hatinya sehingga tertekan jiwanya akhirnya jadi stress bahkan struk. Hal ini jangan sampai terjadi dalam Jm. Maka orang-orang Jm / anak-anak jm supaya selalu mengingat-ingat jasa orang tua terutama ibunya, agar selalu bisa mnghormat, mengagungkan, berbakti, taat dan punya keinginan untuk membalas jasa-jasa besar orang tua sehingga bisa menjadi anak-anak yang soleh/solehat, hidup penuh berkah karena selalu mendapat do’anya orang tua, mati sewaktu-waktu wajib masuk sorga selamat dari siksa neraka,
Alhamdulillah jazakumullohu khoiro, semoga manfaat dan barokah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment