Wednesday, October 18, 2017

Sabar, adakah batasnya?

Bismillah. Sabar seringkali di artikan sebagai menerima suatu keadaan dengan legowo. Tapi apakah sesempit itu? ya, sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri, mengendalikan diri dari berbagai keinginan yang tidak sesuai dengan harapan. Kemampuan mengolah sikap Sabar membutuhkan proses panjang, karena itu sabar meurpakan pintu segala kebaikan. Bahkan dalam beberapa Surah dalam AL Qur'an ditemukan Firman Allah SWT, tentang keutamaan sabar diantaranya: Dan Kami jadikan di antara mereka itu beberapa pemimpin yang akan memberikan pimpinan dengan perintah Kami, yaitu ketika mereka berhati teguh (sabar). – Q.S. As-Sajdah [32]: 24 Dan telah sempurnalah perkataan yang baik dari Tuhan engkau untuk Bani Israil, disebabkan keteguhan hati (kesabaran) mereka. – Q.S. Al A'raaf [7]: 137 Kepada orang-orang itu diberikan pembalasan (pokok) dua kali lipat, disebabkan kesabaran mereka. – Q.S. Al-Qashash [28]: 54 Sesungguhnya orang-orang yang sabar itu, akan disempurnakan pahalanya dengan tiada terhitung. – Q.S. Az-Zumar [39]: 10 Begitu pentingnya hakikat sabar ini sehingga RAsulullah saja mengumpamakan sabar itu sebagai separuh iman. sehingga tidak heran kalau sabar merupakan salah satu tingkatan dalam beragama. Lalu, bagaimana dengan ungkapan "Sabar ada batasnya"?. Benarkah demikian? sejatinya sabar tidak memiliki batas, yang berbatas hanyalah proses dan kemampuan mengendalikan diri dalam setiap orang berbeda, sehingga ketika seseorang sudah diambang batas kemampuan pengendalian dirinya, dia berpikir sudah sampai pada batas kesabarannya. Tapi kenyataannya, stok sabar selalu ada ketika dibutuhkan. Wallahu A'lam. #OneDayOneStatus #Day9 #BelajarMenulis #IIPKaltimra

No comments:

Post a Comment