Friday, January 21, 2011

curhat

Surat Terbuka untuk Para Gadis
(Curhatan dari Seorang Lelaki Gundah:UnCensored)
Ijinkan Aku menunduk! Duhai Cantik!
Bismillahirahman Nirrahim, Assalamu'alaykum wr.wb

Kamu tau kenapa saya suka gadis yang memakai jilbab panjang,
walau kucel sekalipun? Dan kamu tahu kenapa saya tidak berani sekedar
melihat gadis berparas cantik? Apalagi mengajaknya bersenda gurau?
Walau sekali sangat ingin kulakukan. Jawabannya sederhana, karena
mata dan pikiran saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan
bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu
rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat
saya seharian di sana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat
mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,
mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah atau menutup mata
ketika berjalan..tentu pilihan terakhir ini sangat tidak mengenakkan.
Melihat ke depan ada perempuan berlenggok dengan seutas "tank top",
noleh ke kiri pemandangan "Pinggul terbuka", menghindar kekanan ada
sajian "Celana ketat plus you can see", balik ke belakang dihadang
oleh "dada menantang!" Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus
memandang?
Kalau saya berbicara nafsu, ho how jelas semua lelaki suka.
Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini
dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang
membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek
pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau
dipandang bikin sejuk di mata (seperti ibuku). Bukan paras yang
membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran "ngeres"
dan hatipun menjadi keras. Andai wanita itu mengerti apa yang sedang
dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi,
saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi
mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk memakai aset
yang sangat muahal yang mereka punya. Kalau ada lelaki mengatakan
tidak ada perasaan apa apa jika melihat "you can see", kukatakan itu
adalah bull shit gombal, Sekalipun ia orang ber"iman" (contohnya Nabi
Yusuf) apatah lagi sen"iman". Kalaupun ada yang bener-bener jujur
nggak ada perasaan…Cuma ada beberapa opsi jawaban, Pertama: ia adalah
saudaramu, kedua: memang kamu tidak menarik..walaupun seseksi apapun
kamu dandan..ketiga memang sudah amat sangat terbiasa banget
menikmati "you can see" sehingga sudah tak ada feeling lagi jika
hanya melihat tok. Inipun terbagi dua kategori lagi yaitu: ada yang
karena kebudayaannya masih seperti (maaf) Irian Jaya sing ndessonya
ndesso (pemahaman tentang aurat masih sangat sederhana), yang kedua
dah tahu nikmatnya melihat aurat dan dah sering melihat yang "lebih
dari itu" Nggak percaya!!! Contoh nyatanya ini. Saya pernah nonton
Dorce Show belum lama ini dan kebetulan temanya cukup provokatif.
Intinya ini:pelacur ditanya oleh psikolog UI, "adakah perasaan suka
sama lawan mainnya? Merekapun menjawab..sudah tidak ada feeling alias
biasa-biasa saja." Itu jawaban jujur sekaligus mengejutkan kata
psikolog UI, "karena apa? Ya karena sudah terbiasa, profesional
banget" lanjut kata psikolog UI. Trus dalam buku picisan "Tuhan,
Izinkan Aku Jadi Pelacur" (karya Muhiddin M. Dahlan) di situ
memberikan pesan bahwa gadis yang menjadi pelacur adalah ingin
memberikan pelajaran (mengaku atas nama Tuhan) atau bahasa kasarnya
balas dendam dan menyiksa kepada kaum Lelaki, karena ia tahu jika
lelaki sudah mencicipi sekali saja, ia akan menjadi pecandu yang
sangat tersiksa jika tidak mendapatkannya lagi. WH4TZ th3..f***…???
(baca: Setan apa ini?). Seperti saking seringnya, ia kekenyangan air,
tapi tetap kehausan karena yang diminum air laut, selanjutnya
diminumnya lagi air laut tersebut dst.dst.dst. . Dan jenengan wahai
para gadis.. sangat mengherankan jika jenengan sampai rela telanjang
hanya untuk sebuah kata yang abstrak yaitu: seni! Padahal kalian
adalah karya seni Illahi yang sangat tiada bandingnya, sehingga tidak
semua orang boleh mencicipinya sebelum "Sang Pengukir" meridhainya.
Nah hal itu juga berlaku buat para lelaki yang sudah terbiasa
melihat "you can See". Ilfeel..selanjutnya lelaki ingin lebih dari
itu, yaitu "you can touch" dan jika sudah terbiasa juga…."you can
buy" Ujung-ujungnya aborsi, dan akhirnya menyalahkan Tuhan (seperti
setan menyalahkan tuhan karena memvonis sesat.)
Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata
dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang
seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai
seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya
Anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki
menelanjangi Anda, membayangkan Anda adalah objek syahwat dalam alam
pikirannya. Berharap Anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih
lagi. Dan Anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki?
Yaitu: ininih selanjutnya. .
Duhai para Gadis Anda belum yakin juga? Nih ada majalah
kesehatan MensHealth edisi lawas yang pernah penulis baca. Salah satu
isinya pernah memuat penelitian yang kesimpulan akhirnya adalah:
hampir 100% semua laki laki bila pertama kali melihat wanita seksi
yang pertamakali dibayangkan adalah "Apakah ia cocok denganku "di
atas ranjang"—alamak ketahuan deh..tapi untungnya yang diteliti
adalah orang-orang korban westernisasi alias Bule, dan semoga..ada
penelitian lain yang mampu menyanggah hasil penelitian tersebut, dan
saya siap jadi sampelnya.
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak Anda sudah membuat diri
Anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang
Anda sajikan pada mata lelaki. Betapapun lelaki memuji penampilan
Anda yang seksi, jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri Anda, apa
itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin
sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin
Anda menjawabnya "lelaki" bukan? Oh, betapa tersiksanya menjadi
seorang lelaki di zaman sekarang ini! Kalau boleh saya ibaratkan, tak
ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan
beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah
pasti semua orang akan berebut untuk mendapatkannya. Nah apa bedanya
dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai,
saya yakin siapa yang melihat (laki laki) ingin mencicipinya.
Allah Ta'ala telah berfirman: "Katakanlah kepada laki-laki
yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara
kemaluannya" , yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah mereka menahan
pandangannya dan memelihara kemaluannya. " (QS. An-Nuur : 30-31). Jadi
tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk-
duduk di mushalla yang sejuk, sambil berliqo'at ria dengan teman
lain, mengIqraa' Al-Qur'an dan "do nothing but ngaji". Saya hanya
ingin menahan pandangan mata ini dan semoga juga hati. Biarlah saya
tak kenal (gaul) siapa ia gadis yang seksi (terutama di kampus),
daripada saya tak bisa menahan diri bila ada "kue" yang siap disantap
di hadapan saya. Padahal tidak boleh dimakan walaupun perutku sudah
keroncongan. Jadi tak salah juga bukan? Kalau saya paling malas
diajak ke mall, jjs, kafe, kronggilan (nongkrong dipinggir jalan),
boncengan, naik mobil berdua ke Kesawan Square malam minggu, dan
tempat-tempat lain yang selalu menyajikan keseksian.
Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada
mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Biarlah
para gadis mengatakan bahwa diriku kurang gaul, sok suci, munafik,
kaku, terlalu membesar-besarkan masalah, "so whatz gitu loh?", egp,
khayal, dll, tapi lebih munafik mana Anda yang berislam, tapi
berpenampilan western, atau saya yang susah tuk bribadah khusyuk,
tapi kafegaulnya di masjid, lebih munafik mana?
Biarlah para lelaki ada yang sangat berbangga dengan banyak
gadis menjadi korban "kejantanannya" , tapi bagiku aku lebih bangga
menjadi muslim jomblo berkualitas tinggi (high quality jomblo)—tapi
tetap cari pendamping hidup. Karena hal itu sangat sulit bisa
dilakukan oleh mereka yang berbangga menjadi PlayBoy sambil mencari
pendamping hidup, dan menjadi playboy bagiku adalah pilihan yang
mudah dan menggoda, karena apa? ..zaman sekarang, sangat mudah untuk
menjadi PlayBoy, sekali lagi sangat sangat mudah bagiku. Zo tak ada
tantangan buat jadi PlayBoy, dah nggak zaman bung. Saya ingin protes,
tapi mau protes ke mana? Cara yang tepat untuk mengeluarkan uneg-uneg
bagaimana? Ingin menasehati kaum wanita secara perorangan tentu
sangat tidak boleh (menimbulkan fitnah), ingin lewat ceramah..tentu
cara ini sudah sangat terbiasa nanti kalian ill-feel ill-
Ear..akhirnya kupakai cara dan bahasa yang sangat berani, blak
blakkan dan tak biasa yaitu lewat tulisan ini.
Kembali lagi, apakah tidak bisa alias hampir tidak mungkin
untuk mendapatkan win win solution?, atau apakah saya harus
menikmatiny? (seperti kata aktivis Jaringan Islam Liberal: Sudah
saatnya di era globalisasi keshalihan dan kemaksiatan bersinergi
serta hidup rukun) yuck!!! Aku paling muak perkataan oportunis
seperti itu, tak punya izzah (bargaining position). Solusi tak cerdas
alias tidak berusaha membuat konstruksi sosial alternatif di luar
zaman sekarang. Dan saya sungguh berusaha tuk takut dengan Zat yang
memberi mata ini. Bagaimana saya mempertanggungjawab kan nanti? Dan
saya pasti akan amat sangat malunya jika Allah menunjukkan kepada
para Gadis, "Wahai para gadis, ini pria-pria yang diam-diam dibikin
pusing 16 keliling oleh kalian!" dan istriku menatapku dengan mata
lotot, apakah kalian berpikir sampai ke sana?. Sungguh dilema yang
berkepanjangan dalam hidup saya.
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya
ini (terutama yang jomblo karena pilihan). Pasti memang ada lelaki
lain yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung
harus berbuat apa. Bagi Anda para wanita: apakah akan selalu bahkan
semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang
baik dan mana yang buruk? Kemudian dengan sangat sangat terpaksa
(atau senang hati?) mengambil kesimpulan menikmati pemandangan yang
Anda tayangkan? Dan akhirnya kami pacari kalian semua untuk berlama-
lama "You can see, nggak tahan you can touch nggak tahan you can buy"
bosan..you can sell it?
Atau aku harus tetap menjauhi dan bermuka masam serta cuek
abis bagaikan bertemu musuh kepada kalian khususnya gadis berparas
cantik dan seksi, bukan karena benci, bukan karena tidak suka, bukan
karena najis, tapi karena aku sangat menyayangi kalian karena Allah
(ugh gombal!!), dan takut berzina mata hingga berzina pikiran yang
akhirnya berzina hati, dan akhirnya berzina tubuh. dan
ketahuilah.. sungguh andaikan aku HANYA menikmati dalam melihat
kalian, tentu dosaku hanya dosa melihat, sedangkan kalian para gadis
mendapat dosaku yang melihat tubuhmu. Dan ada berapa lelakikah yang
melihat tubuhmu dalam sehari?
Tulisan ini tentu harapan saya adalah ada respon balik,
khususnya dari para gadis "you can see". Dan responnya dengan
berjilbab, bukan dengan respon lain, dan semoga bukan karena lelaki
di balik tulisan ini, tapi karena Allah .
Sebenarnya tulisan ini adalah hasil modifikasi tulisan lelaki
lain yang sama gundahnya seperti saya di dalam milis yang saya ikuti.
So, Gadis berjilbablah. . karena itu sungguh nyaman, tentram,
anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk di mata.
So, berjilbablah. . karena sungguh ia bukan hanya simbol tapi
ia pelindung simbol, ia benteng terbaik "kelopak seni " Anda, ia
adalah cerminan jiwa pribadi Anda.
So, Berjilbablah… karena ia adalah puncak dari segala
peradaban manusia beradab dan modern, bukankah sebelum zaman rasul
semua pakaian seperti zaman kapitalis sekarang? Cuma bentuk dan
bahannya saja yang berbeda.
So, Berjilbablah… .karena sungguh ia adalah kaya misteri suci
yang khan dicari para lelaki soleh, bukankah semua pelacur dicari
oleh lelaki hidung belang dan mata ke "ranjang"?
So, berjilbablah… .karena sungguh ia adalah bunga di segala
musim, ia pengundang lebah jantan yang lewat. Bukankah bangkai anjing
pengundang segala laler, tapi sekaligus "Rasul memerintahkan kita
untuk membuka mulut anjing dan melihat giginya yang putih bersih"
So, Berjilbablah… karena sungguh ia tidak hanya dirindukan
makhluk bumi, tapi juga dirindukan makhluk Langit
So,Berjilbablah, karena ia sungguh bukan hanya kewajiban,
bukan hanya kebutuhan, tapi lebih dari itu, ia adalah bentuk rasa
syukurmu pada sang Khalik atas karya selaput rahim semesta.
Ditambah lagi…ijinkan aku menunduk….duhai Cantik!
Wallahua'lamu bish-shawab.

No comments:

Post a Comment