Rabb,
Aku tertegun dalam dimensi lain dari untaian hidupku
Samakin jauh perjalanaku melewati berbagai lembah dan gurun kehidupan
Menjadikanku semakin jauh dariMu
Ku angkat sauh untuk berlabuh dalam pelabuhan kasihMu
Namun semua menjadi angan kosong tanpa makna
Rabb,
Diri ini telah berkelana jauh, memasuki semak belukar
Namun, di sana tidak kutemukan kesejukan
Ku putuskan kembali padaMu
Namun, ku tak tahu lagi jalan pulang
Rabb,
Sesal dalam hati membuncah mengalir melalui tetes air mata
Ah...
Sesal itu kukira hanya sementara
Setelah itu menghilang, membias tanpa meninggalkan jejak.
Sungguh, Engkau tak pernah meninggalkan hamba di sini seorang diri,
Hanya saja hati dan diri ini kadang lalai dan terus lalai
Masikah ada harapan itu...?
Yah, aku yakin..
Hanya ini yang ku punya.
Keyakinanku padaMu, akan kasih sayang dariMu
Apakah ini pertanda hati ini sakit..?
Yah, seluruh sisi dari lorong jiwa ini kelabu, hitam
Tak berbentuk lagi.
Rabb,
Sesal ini, sungguh hanya Engkau yang tahu,
Demi jiwaku dalam genggamanMu
Engkaulah yang lebih mengerti dan tahu
Siapa diri ini, melebihi pengetahuan hamba.
Rabb,
Masikah hamba pantas menyebut namaMu
Yang Agung..
Yang Suci
Yang Maha Mengetahui segala sesuatu
Rabb,
Izinkan cintaku bersemi dalam buaian kasihMu yang Luhur
Izinkan namaMu terus tertulis rapi dalam dinding jiwaku.
Rabb,
Ku kembali datang mengadu padaMu
Memohon secercah harapan
Setelah semua maksiatku
Sungguh, tiada lagi tempat kembali
Selain kepadaMu
Sungguh, dalam pantai kasihMu ingin kulabuhkan sesal di jiwa.
No comments:
Post a Comment