Dua macam cinta
“tatkala cinta mengajak kepada kemesuman rasa malu menghalangiku dan juga kehormatan tanganku tak akan terulur kepada kekejian, kakiku takkan melangkah kepada keragu-raguan”.
Cinta..... Cinta adalh sebuah kata yang memiliki sebuah makna yang sangat dalam sekaligus memiliki bentuk yang beragam. Dalam islam, menurut para ulama nih, cinta itu dibagi dalam dua kategori besar, yakni: mahabbah ghaoiru masyru’ah (cinta yang tidak syar’i) dan mahabbah masyru’ah (cinta yang syar’i).
Mahabbah ghoiru masyru’ah
Cinta yang tidak syar’i adalh cinta yang di bangun dalam langkah-langkah yang mengandung maksiat. Cinta seperti ini tidak diridho’i oleh Allah SWT. Cinta kayak gini hanya akan menyeret manusia semakin jauh dari nilai-nilai islam, dan semakin jauh dari rahmat Allah SWT.
Nah, cinta yang tidak syar’i ini biasanya motivasinya adalah nafsu syahwat. Karena motivasinya nafsu maka yang terjadi pasti kerusakan, iya kan..? coba aja deh kalian lihat cinta anak muda sekarang yang terlibat aksi pacaran.. cinta mereka tuh dikendalikan oleh nafsu syahwat. Sehingga orang mereka lupa aturan agama. Kalau orang udah gak mau nurutin aturan agama berarti mereka tuh melawan Allah SWT.. betul gak..? lihat aja aksi pacaran yang mereka lakukan, bikin jijay kan..? masak belum resmi jadi suami istri dah lengket kayak perangko, itukan dosa...!!!
Orang yang nurutin syahwat, kata orang nih ibarat minum air laut, semakin banyak minumnya maka akan semakin haus dan dahaga. Oleh karena itu, untuk membuat syahwat dapat dikendalikan dan dikalahkan pengaruhnya, yang harus dilakukan adalah memutuskan hubungannya. Laiknya anak kecil yang menyusui, mak sang ibu harus menyapihnya agar anak tidak selamanya tergantung sama susu ibunya.
Sesungguhnya cinta yang dikendalikan oleh hawa nafsu ada bnyak macamnya, misalnya, harta, kedudukan, pangkat dan keserakahan dan sebagainya. Pokknya, kepada apapun cinta itu dipertautkan jika nafsu yang jadi kendaliya mak manusia akan jadi korbannya. Mungkin ia bisa menikamti sesaat, namun buah kenistaan di kemudian hari akan di perolehnya, jikapun manusia masih bisa menikmati maka, maka ancaman Allah SWT akan menghadangnya di akhirat kelak.. ihh ngeri kan...
Mahabbah masyru’ah
Cinta –sebenarnya – bisa menyucikan akal, menghilangkan kekhawatiran, membangkitkan semangat dan mendorong untuk memelihara akhlak yang baik, ,emjaga adab dan pergaulan. Cinta juga merupakan timbangan akal dan rasa. Ia adlah ciptaan yang mulia, sebagaimana dalam syair.
“bukan karena dorongan nafsu kebangkitan cinta tapi kulihat cinta itu adalah akhlak yang mulia”
Jika cinta itu merupakan suatu rahmat yang sangat mulia, maka jangan sampai kita mengotorinya. Janganlah kita menjadi pendekar pemabuk cinta buta. Kita semestinya menjadi para satria pejuang cinta sejati. Cinta sejati adlah cinta yang bersih dari hawa nafsu yang menyesatkan. Cinta yang bakal bikin hidup makin hidup.
Kalau kamu sudah tahu macam dan penyimpangan cinta plus akibatnya –yakni kemaksiatan- banyak orang alim yang akhirnya berkubang dosa gara-gara cinta yang penuh nafsu.
Nah,untuk itu kamu mesti tahu dan memahami dengam baik cinta yang sehat, yang kelak akan menyelamatkan kamu di dunia dan akhirat. Ada dua macam cinta yang sehat:
• Mencintai yang Maha Benar dan Maha Sempurna, mencintai Allah SWT merupakan kesempurnaan cinta dan merupakan tuntutan cinta.
• Mencintai karena Allah SWT, mencintai kekasih mengharuskan untuk mencintai sang kekasih itu dan mencintai apa-apa yang bisa membantu mencintainya. Menghantarkan kepada keridhoannya dan kedekatan kepadanya. Bagaimana mungkin soerang muslim tidak mnecintai sesuatu yang membantunya mendapatkan keridhoan Rabb, menghantarkan kepada cintaNya dan kedekatan kepadaNya. Inilah mencintai karena Allah SWT.
Bentuk-bentuk cinta sehat:
Penghambaan (At Tatayum)
Penghambaan adlah bentuk cinta yang paling dalam. Sebuah cinta yang paripurna, cinta yang mampu menafikan dan mengabaikan objek cinta yang lain. Cinta yang dapat melahirkan ketaatan sepenuhnya, pengabdian setulusnya, pengorbanan seutuhnya. Cinta ini adlah cinta hamba kepada Allah SWT.
Orang beriman menyadari sepenuhnya kalau Allah SWT adalah Dzat yang memiliki semua unsur yang membuatnya di cintai, dengan cinta seutuhnya dan sedalam-dalamnya.
Coba bayangin, Allah itu Maha Pencipta, Maha Pemberi Nikmat, Maha Membimbing manusia, Allah pulalah yang memiliki semua keagungan, keindahan, dan kekayaan.
Nah, semua sifat ini seharusnya membuat manusia tidak memiliki pilihan-pilihan kecuali mencurahkan cintanya yang terdalam kepadaNya. Nah, ada salah satu syair dari Rabi’ ah Al Adawiyah,
Aku mencintamuMu dengan dua cinta
Cinta emosi dan cinta karena Engkau layak dicinta
Cinta emosimenyibukkanku mengenangMu
Melupakan apapun yang lain,
Sedang cinta karena Engkau layak dicinta
Karena aku singkap tabirMu hingga aku melihatMu
Tiada pujian bagiku untuk yang ini maupun yang itu
Hanya bagiMu pujian untuk segala yang ada.
Dengan cinta yang dalam seperti ini seorang yang berimanlah yang siap untuk mengabadikan dirinya bagi Allah, menjalankan ajaranNya setulus hati, dan berjuang untuk menegakkannya di dunia.
Seseorang dapat dikatakan memiliki cinta kepada Allah jika dia memiliki tanda-tandanya. Seperti :
• Selalu ingat dan menyebutnya
Selalu mengingat orang yang dicintai, selalu menyebu-nyebut yang dicintai dengan dzikir. Bukti bahwa seseorang mencintai Allah dengan mengingatNya dimanapun dan kapanpun, dengan mengingat Allah hatti akn menjadi tenang. Dalam sebagian atsar (hikmah) ilahi disebutkan : sesungguhnya hambaKu adalah setiap hambaKu yang menyebutKu. Tanda cinta yang sejati adalah menyebut orang yang dicintai dikala susah dan senang. Penyebutan yang menunjukkan cinta sejati adalah menyebutkan orang yang dicintai dengan hati maupun dengan lisan. Melakukannya pertama kali saat bangun tidur dan terakhir kali menjelang tidur. Sebagaimana yang disebutkan oleh seseorang,
“kaulah yang terakhir aku yang kusebut sebelum terlelap, kau pulalah yang kusebut saaat ku terjaga”
• Rela berkorban demi sang kekasih
Mau berkorban dan berjuang di jalan Allah karena ini adalah perbuatan yang sangat dicintai oleh Allah. “Sesungguhnya Allah sangat cinta kepada orang-orang yang berperang di jalan Allah dengan berbaris, seolah-olah mereka adalah satu bangunan yang rapi. (Qs. As Shaff [61]: 4)”.
Orang yang sedang jatuh cinta rela berkorban menurut kesanggupannya demi menyenangkan orang yang dicintainya. Memang pada awalnya, orang sangat berat untuk berkorban dan merasa terbebani. Namun, seiring dengan suburnya cinta dalam hati, maka pengorbanan yang dia lakukan terasa nikmat. Bahkan kalau perlu nyawanya pun rela dikorbankan demi orang yang dicintainya. Hal inilah yang dilakukan oleh sahabat Rasulullah ketika melindungi beliau dalam peperangan, sekalipun untuk itu mereka harus mati terbujur kaku di sekeliling beliau.
• Selalu dirasuki rasa rindu
Rindu untuk selalu berdekatan denganNya, karena kerinduan itulah yang akna membuat para pecinta Allah selalu dirasuki kenikmatan ketika sedang berkomunikasi dengan Allah. Shalatnya khusyu’, ibadah malam dan masih banyak lagi waktu-waktu yang digunakan untuk melepas rindu kepada Allah.
Karena kerinduan yang kuat untuk selalu berjumpa kekasih, berbagai jalan yang ia tempuh. Dia selalu berusaha untuk berdekatan dan bersanding dengan sang kekasih. Siapapun yang menghalangi jalannnya akan ia terjang, kesibukannya akan ditinggalkan dan menyukai apapun jalan yang bisa mendekatkan diri dengan orang yang dicintai. Seorsng penyair berkata,
“kan kujalani jika kau mnyuruhku terjun ke api,
Jika itu yang kau kehendaki dan mendekatkan badan,
Kuhampiri dirimu dan ku ayunkan langkah kaki,
Itu petunjukmu ataukah sengaja untuk menyesatkan”
• Selalu ingin membuatnya senang
Tidak membuatNya kecewa, bukankah salah satu tanda cinta itu ingin menyenangkan yang dicintai? Kalau memang engkau mencintai Allah, tentu kamu akan berpikirseribu kali jika akan melakukan perbuatan yang akan membuat Allah kecewa. Apasih kelakuan yang bisa membuat Allah kecewa?, Ya, segala jenis maksiat akan mengecewakan Allah, bahkan kalau sampai kemaksiatan itu dilakukan secara terus menerus. Allah pasti akan marah –jika demikian- jangankan masuk surga, mencium baunya aja tidak akan bisa.
Jika seseorang jatuh cinta, pasti akan senang terhadap sesuatu yang membuat senang kekasihnya, walaupun dia tidak menyukainya.
keasyikan
Asyik adalah perasaan cinta yang ditunjukkan kepada sesama manusia, namun dengan kesadaran bahwa manusia yang dicintai itu memilik semua keistimewaan sebagai manusia. Dengan kata lain, cinta tingkat inilah yang melahirkan seseorang mengidolakan seseorang, sehingga orang yang mencintai ingi nseperti orang yang dicintainya, artinya kita jatuh cinta karena di bawah sadar kita sesungguhnya membayangkan betap inginnya kita seperti orang yang kita idolakan. Karena tidak kesampainya, jadilah kita menghamburkan diri padanya dengan segenap perasaan kecintaan kita hingga keasyikan dan kesyahduan pun tercipta, meskipun sekedar membayangkan berdampingan dengannya.
Bersambung....
No comments:
Post a Comment